Membuat Fungsi Translator Sandi A=Z
Teringat waktu ikut Pramuka di SD dulu ada yang namanya sandi A=N dan A=Z, kira-kira begitulah namanya. Intinya adalah pertukaran huruf. Untuk sandi A=Z jika tertulis A berarti Z, jika tertulis B berarti Y, jika tertulis M berarti N, begitu pola seterusnya sampai Z berarti A. Contohnya kata KOMPUTER menjadi PLNKFGVI, dan KVMZ berarti PENA.
Sebenarnya dengan memodifikasi fungsi translator sandi morse yang telah dibuat sebelumnya kita bisa membuat translator untuk sandi A=Z ini, namun yang namanya belajar tentu lebih baik jika lebih banyak mencoba.
Berikut sintaksnya:
def terjemahkan(input): hasil = "" for huruf in input.lower(): try: hasil += ABJAD[-(ABJAD.index(huruf)+1)] except: hasil += huruf return hasil
Soal Kuis Qowa’id Mustawa 2 Al-Manar
Soal ini adalah kuis yang diberikan Ustadz Eko untuk Mustawa Tsani Ma'had Al-Manar (Reguler Pagi) Ahad kemarin, 18 Oktober 2009. Sengaja saya post untuk teman-teman yang kemarin gak bisa hadir. Jangan lupa, sabtu-ahad 24-25 Okt 2009 kita ujian.
اختر الإجابة الصحيحة
: ١ هذه اسماﺀ مؤنثة إلا
أ- سعاد ب- ميسرة ج- عين د- سوداﺀ
: ٢ من علامات الاسم
أ- اتصاله بنون التوكيد ب- اتصاله بتاﺀ التأنيث المفتوحة
ج- قابل الكسرة د- قابل السين
: ٣ الاسم الذي لا يلزم حركة آخره حالة واحدة
Hak Akses File (File Access Permission) di Linux
Salah satu hal menarik yang saya suka di Linux adalah pengaturan hak akses file/direktori atau dikenal juga dengan istilah file access permission. Ini merupakan salah satu atribut yang melekat pada suatu file dan berhubungan dengan kepemilikan file. Dengannya bisa diatur siapa saja yang boleh mengeksekusi, menulis atau membaca suatu file.
Ada tiga jenis hak akses: membaca (read), menulis (write) dan mengeksekusi (execute). Sesuai namanya, memberikan atribut read berarti boleh membaca; write berarti boleh merubah isi file/direktori; dan execute berarti mengizinkan sebuah file untuk dijalankan.
Siapa yang diatur? Tentunya user yang ada dalam sistem tersebut. Masing-masing user di satu sistem memiliki status kepemilikan tersendiri terkait dengan sebuah file. Ada yang berstatus owner, group dan other. Untuk melihat statusnya gunakan perintah 'ls -l'. Misalkan hasilnya seperti ini:
-rw-r--r-- 1 cermindatar teman 14328 2009-07-29 18:21 chat.py
Membuat Sendiri Modul Translator Sandi Morse
Saat ini bukan sebuah program penuh yang kita buat, melainkan sebuah modul yang berisi fungsi translator itu sendiri. Modul ini nantinya bisa digunakan oleh program lain yang berfungsi sebagai antar-muka, tentunya yang ditulis menggunakan bahasa python.
Sebelum menulis kode program, ada baiknya membuat algoritmanya terlebih dahulu. Caranya bisa menggunakan diagram alir (flowchart), atau untuk program sederhana cukup tulis saja urut-urutannya. Berikut adalah algoritma sederhana yang saya gunakan untuk translator:
1.minta input dari user
2.cek apakah input tidak kosong
3.seragamkan huruf input (kecil/kapital)
4.cek huruf satu persatu sekaligus mengecek database huruf-morse
5.jika huruf ada di database maka simpan padanannya ke variabel tertentu untuk diakumulasi (diulang-ulang sampai huruf terakhir)
6.jika huruf tidak ada di database munculkan pesan kesalahan.
7.jika huruf dari kata yang dicek sudah habis tampilkan isi variabel nomor 5.
Transliterasi Scim Arabic
Hampir saya lupa menuliskan transliterasi scim untuk aksara arab sebagaimana pernyataan saya di tulisan sebelumnya. Ternyata memang benar ada banyak tabel aksara arab di scim. Saya mendapatkan tabel Arab Indonesia dan Arab Jawa, tapi ternyata saya lebih nyaman menggunakan tabel Arabic yang menggunakan transliterasi Arab-Inggris. Arab-Inggris (saya sebut saja begitu) ini sudah tersedia di Ubuntu, sedangkan Arab Indonesia dan Arab Jawa saya temukan saat menjelajah di dunia maya.
Di dokumentasinya disebutkan tabel Arab Indonesia untuk mengetik huruf Arab menggunakan papan ketik standar sesuai dengan ejaan yang lazim digunakan di Indonesia sedangkan tabel Arab Jawa menggunakan papan ketik standar sesuai dengan ejaan yang lazim digunakan di pustaka Islam tradisional. Authornya tentu orang Indonesia, Umar Said (umarsaid@gmail.com). Saya lupa dimana mendapatkan kedua tabel ini jadi saya minta maaf kepada author dan website terkait karena tidak menyebutkan sumbernya.
Bagi yang ingin mencoba kedua tabel ini bisa anda unduh di sini. Sementara Arab-Inggris yang juga dibuat oleh orang Indonesia, Mohammad DAMT (mdamt@bisnisweb.com), dapat anda unduh di sini.
Sila yang Terabaikan
Pancasila
1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Seorang teman bertanya, “Apa kedudukan Pancasila di negara kita?” Terlintas dibenakku kata yang telah lama tak terdengar, terlupakan. Aneh, untaian kalimat yang selama ini seakan tak bermakna kini terasa berbeda. Seakan terpampang di depan mata, kubaca perlahan sampai sila keempat. Permusyawaratan dengan kata kerja musyawarah.
Kutahu negara ini punya lembaga yang disebut MPR dan DPR. Kuteringat buku-buku pelajaran dan cerita yang pernah kubaca di perpustakaan SD tentang musyawarah di desa, di kelurahan. Kutahu kupernah melihat sekelompok orang bermusyawarah. Tapi bukan di forum formal akademisi.
Menggunakan Aksara Arab di Linux
Akhir-akhir ini saya tertarik untuk menulis dengan menggunakan aksara Arab di komputer. Barangkali keinginan ini terpicu oleh kursus bahasa Arab yang sedang saya jalani. Untuk itu ada beberapa opsi yang terpikirkan. Pertama, menggunakan font. Kedua, menggunakan kibor virtual. Ketiga, mengganti metode input.
Ada beberapa masalah yang akan kita temui ketika menggunakan opsi pertama. Tata letak huruf yang diterapkan sepertinya menggunakan layout kibor arab, sama sekali tidak mirip dengan layout kibor USA (lebih sering kita sebut dengan kibor qwerty) yang umumnya digunakan di Indonesia. Ini menyulitkan bagi saya karena mesti menghafal tata letaknya terlebih dahulu. Saya mesti katakan bagi saya, karena faktanya abang saya tidak kesulitan menggunakannya. Solusinya, tempelkan huruf terkait di setiap tuts kibor.
Masalah selanjutnya adalah sifatnya yang parsial, hanya bisa digunakan di aplikasi dimana font tersebut ada. Padahal saya ingin menulis email, chatting dan melakukan berbagai aktivitas tulis menulis lainnya dengan aksara ini. Jika hanya mengandalkan font yang ada diaplikasi office maka solusi yang terpikirkan saat ini cuma salin dan tempel. Itu juga kalau bisa, saya belum pernah melakukannya.



