|
Thursday, 22 July 2010 08:17 |
|
Marah
Hujan rintik rintik
Semburat cahaya di depan sana
Cukup untuk menundukkan kepala
- - - - - - -
Tetes air hujan, tak pernah senyaman ini
Dingin angin malam, tak pernah sesejuk ini
dan senyum di ujung jalan menyiram sisa bara di hati
Jakarta, 19 Juli 2010
|
|
|
Menyesuaikan Waktu Subtitle |
|
Monday, 28 June 2010 08:04 |
|
Lepas diklat JDI Hukum, maunya sedikit menghibur diri dengan nonton film. Kebetulan teman pernah menyimpan film The Last Samurai di komputer. Klik sana klik sini klik tombol play dan ….. tidaakkkk!!! Subtitlenya, walaupun benar tapi waktunya terlambat jauh dari yang seharusnya.
Buat orang sepertiku yang ujian bahasa Inggrisnya kena heir, subtitle punya efek psikis (ceilee..psikis ). Ketiadaannya menyebabkan seakan – akan aku ga ngerti apa yang diomongkan di film (padahal emang enggak ). Tapi, selalu ada solusi untuk tiap masalah. Solusi instan yang digunakan temanku waktu itu adalah membuka file subtitlenya di text editor, terus dibaca sewaktu film sedang diputar. Scroll..scroll… Yah, cukuplah untuk sementara, namanya juga instan.
|
|
capek dong?
|
|
|
Email Palsu: Deteksi dan Simulasi |
|
Thursday, 10 June 2010 00:36 |
|
Alamat surat elektronik atau yang lebih populer dengan istilah email memiliki kesamaan dengan alamat surat menyurat fisik dalam hal validitas. Alamat tujuan benar-benar menunjukkan kemana surat akan dikirim, sedangkan alamat pengirim bisa asli dan bisa juga palsu. Siapa saja bisa mengirim surat mengatasnamakan nama dan alamat orang lain. Begitu juga email, bisa ditulis oleh siapa saja dengan mengatasnamakan orang lain.
Bagaimana cara mendeteksinya? Secara umum, aku belum tau. Barangkali dengan melacak jalur datanya (gak paham... T_T). Untungnya, masih ada titik cerah. Ada mail provider yang menandatangani email yang mereka kirimkan, seperti Gmail dan Yahoo!. Kurang tau untuk mail provider yang lain.
Pengguna gmail bisa melihatnya di detail header email seperti gambar berikut.
Alamat surat elektronik atau yang lebih populer dengan istilah email memiliki kesamaan dengan alamat surat menyurat fisik dalam hal validitas. Alamat tujuan benar-benar menunjukkan kemana surat akan dikirim, sedangkan alamat pengirim bisa asli dan bisa juga palsu. Siapa saja bisa mengirim surat mengatasnamakan nama dan alamat orang lain. Begitu juga email, bisa ditulis oleh siapa saja dengan mengatasnamakan orang lain.
Bagaimana cara mendeteksinya? Secara umum, aku belum tau. Barangkali dengan melacak jalur datanya (gak paham... T_T). Untungnya, masih ada titik cerah. Ada mail provider yang menandatangani email yang mereka kirimkan, seperti Gmail dan Yahoo!. Kurang tau untuk mail provider yang lain.Pengguna gmail bisa melihatnya di detail header email seperti gambar berikut.
|
|
mana gambarnya?
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 4 |